Udara kembali...sang
paru membutuhkan segarmu
Sang paru
kering karena debu harinya
Ia merasa
bersalah udara
Maaf letihnya membuatnya lupa
Maaf banyak
suara dipikirnya sehingga menjadi duri dan hilangkan mawarmu
Maafkan dia
yg terisi udara hitam yg bergebu
Tapi jangan
salah pikir dulu udara
Udara hitam
tidak sari untuknya!
Sang paru
sering menyaring udara yg masuk
Tapi tidak
ada yg pantas untuk jaringnya
Membuatnya
terisak-isak
Kemarin sang
paru sendu udara
Karna hanya
melihat duri bukan sang mawar yg ada pada udara
Sepatah kata
yang dilantunkan tidak bersuara
Dia menjelma menjadi penyair
Penyair yg
berjiwa tinggi
Tapi tetap
saja penyair yg terselubung air mata mengalir
Tapi ada yg
mau aku bocorin udara
Ini bukan
rahasia umum udara!
Ternayata
sang paru menjaga udara dalam rahasianya
Sang paru
cerita hanya ruang seluruhnya yg bisa dikasih
Sang paru
hanya ingin kembali ke tempatnya
Tempat dibelakang sana dengan udara emas sederhana
Tempat dibelakang sana dengan udara emas sederhana