Kamis, 19 September 2019

Kembali

Udara kembali...sang paru membutuhkan segarmu
Sang paru kering  karena debu harinya
Ia merasa bersalah udara
Maaf  letihnya  membuatnya  lupa
Maaf banyak suara dipikirnya  sehingga  menjadi duri dan hilangkan mawarmu
Maafkan dia yg terisi udara hitam yg bergebu

Tapi jangan salah pikir dulu udara
Udara hitam tidak sari untuknya!
Sang paru sering menyaring udara yg masuk
Tapi tidak ada yg pantas untuk jaringnya
Membuatnya terisak-isak

Kemarin sang paru sendu udara
Karna hanya melihat duri bukan sang mawar yg ada pada udara
Sepatah kata yang dilantunkan tidak bersuara

Dia menjelma menjadi penyair
Penyair yg berjiwa tinggi
Tapi tetap saja penyair yg terselubung air mata mengalir

Tapi ada yg mau aku bocorin udara
Ini bukan rahasia umum udara!
Ternayata sang paru menjaga udara dalam rahasianya
Sang paru cerita hanya ruang seluruhnya yg bisa dikasih

Sang paru hanya ingin kembali ke tempatnya
Tempat dibelakang sana dengan udara emas sederhana 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar